Refleksi di Dunia Pendidikan
KARYA TULIS ILMIAH
“REFLEKSI DI DUNIA PENDIDIKAN”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah : Pembelajaran berbasis ICT
Dosen Pengampu :Bapak Muhammad Rasis Najwan M.Pd
Disusun oleh :
Tiara Carina Umami – 41182109190119
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI
2020
Refleksi
di Dunia Pendidikan
Apa itu refleksi? Refleksi berarti suatu tindakan atau
kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis
dan lisan (biasanya secara tertulis) oleh guru untuk siswa dan mengekspresikan
kesan konstruktif, pesan, harapan dan kritik terhadap pembelajaran yang
diterima.
Sedangkan pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, kemampuan serta keterampilan
yang dilihat dari kebiasaan setiap orang, yang menjadi bahan warisan dari orang
sebelumnya hingga sekarang. Pendidikan hadir untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa. Refleksi pendidikan adalah suatu tindakan dan proses dalam belajar
mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan, yang dilakukan oleh guru
untuk siswa dalam pendidikan.
Dengan melakukan refleksi terhadap pendidikan,
kita bisa mengevaluasi kualitas pendidikan yang ada di Indonesia, terutama
dimana akses pendidikan yang masih kurang. Tujuan refleksi dalam pendidikan
adalah untuk mengetahui sejauh mana minat peserta didik mengikuti pembelajaran,
mengetahui tingkat keberhasilan strategi model metode dan pendekatan yang
diterapkan oleh guru, mengetahui keinginan dan kebutuhan peserta didik secara
terperinci, dan mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan guru dalam penyajian
materi dan penguasaan kelas.
Manfaat refleksi di dunia pendidikan dibedakan
menjadi 2 yaitu bagi peserta didik dan bagi guru :
ü Bagi peserta didik : kegiatan refleksi
bermanfaat sebagai ruang ekspresi positif terhadap guru dan proses pembelajaran
yang di alami.
ü Bagi guru : kegiatan refleksi bermanfaat sebagai
ajang pengamatan tindakan kelas dalam rangka memetakan karakter dan daya saing
peserta didik untuk memudahkan dalam membagi kelompok, menetapkan bobot materi,
dan lain sebagainya.
Peran manusia dalam pendidikan manusia lain sangatlah
esensial supaya “kemerdekaan” yang diidam-idamkan terjadi. Supaya produk
yang dihasilkan berkualitas, maka refleksi komprehensif atas berbagai demensi
dalam dunia pendidikan sangatlah berarti, baik di tingkat materi dan
metodologis maupun di tingkat teoretik dan estetik.
Perkembangan pendidikan tidak akan terlepas dari situasi yang
kritis, sifat tradisional dan konservatif lembaga pendidikan dengan sendirinya
jauh ketinggalan dari arus proses pembangunan dimanapun. Dalam dunia pendidikan terdapat empat masalah
krisis pokok :
1. Kualitas Pendidikan
2. Relevansi Pendidikan
3. Elitisme Pendidikan
4. Manajemen Pendidikan
Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat
dan juga sebagai dinamisator masyarakat sendiri. Peranan pendidikan sendiri
memang strategis karena menjadi tiang sanggah dari kesinambungan masyarakat.
Terdapat tiga aspek dalam rangkaian peningkatan pendidikan yaitu aspek akademik,
aspek religio mental dan aspek ketenaga kerjaan.
Untuk
pendidikan di masa depan pemerintah
harusnya ada yang mengskrining dengan baik masyarakat yang memang kurang mampu,
biar bantuan kesehatan dan pendidikan tepat sasaran, untuk para pendidik dan
tenaga kesehatan sebaiknya melakukan pekerjaan dengan ikhlas, seperti mereka
mengajar atau merawat anak atau orang tua, untuk para orangtua jangan hanya
guru saja yang mendidik anaknya tapi mereka juga. Dan kalau ada masalah dengan
anaknya di sekolah lebih bijaklah dalam mengambil keputusan, jangan langsung
menyalahkan gurunya.

Komentar
Posting Komentar